[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=ZWcc0Fk2iLg[/youtube]
Asep (23), pemuda desa yang lugu
namun over pede, tertantang untuk mencari pekerjaan layak, demi menikahi
kekasih tercintanya, Lilis (22). Sebab, abahnya Lilis, Abah Dading
(50), tak pernah setuju putri semata wayangnya berhubungan dengan Asep
lantaran Asep kerjanya cuman nggembalain kebo sama ngebajak sawah orang.
Abah Dading pengennya Lilis menikah dengan anak kuliahan yang diyakini
bermasa depan cerah.
Demi membuktikan dirinya mampu menjadi orang sukses dan kaya raya, Asep memutuskan pergi ke kota besar. Setiba di kota, Asep tinggal di rumah kontrakan bersama Kubil, Bonar, dan Wanda. Asep melakukan gerak cepat dengan mengajukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan berbekal ijazah SMA-nya. Bingung dan putus asa mulai melanda Asep. Apalagi Asep mendapat kabar bahwa abahnya Lilis sudah menemukan cowok kaya raya buat pendamping hidupnya. Lilis mendesak Asep cepat mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena, Lilis telah buat kesepakatan dengan abah bahwa jika dalam jangka 3 bulan Asep belum juga mendapat pekerjaan, Lilis bersedia melepaskan Asep.
Bonar dan Kubil menyuruh Asep konsultasi sama dukun. Dukun pun menyarankan Asep nyepi di sebuah pohon trembesi (pohon beringin) yang diyakini keramat. Dukun juga memberikan catatan mantra yang musti dibaca selama nyepi di pohon trembesi keramat itu. Dukun juga mengingatkan agar sesajen yang dibawa musti lengkap tanpa kurang satu apapun.
Setelah melakukan nyepi di pohon trembesi keramat, kejadian-kejadian aneh dan konyol pun mengganggu Asep. Entah mengapa, Asep kerap disantroni penampakkan berupa pocong ngesot. Dan bukan cuman Asep, Kubil, Bonar, Wanda, Devina dan Pretty juga diganggu penampakkan pocong ngesot. Kekacauan pun tak terelakkan. Pekerjaan yang diharapkan Asep segera diperolehnya setelah menjalani tapa sepi di pohon trembesi, juga tak kunjung ada. Malah, Asep kini ketiban sial melulu. Lalu, tiap dateng mau ngelamar ke perusahaan, Asep diusir tanpa sebab jelas.
Asep nyesel nyepi di pohon trembesi keramat. Seandainya Asep berpikir dulu sebelum bertindak. Yah, seandainya. Wajah Lilis pun seakan memudar dari bayangannya. Semua karena Asep takut kehilangan cintanya, Lilis. Berniat mendapatkan nasib baik, malah musibah yang datang. Asep dan teman-temannya pun memikirkan cara agar terbebas dari gangguan pocong ngesot, tuyul, dan wewe gombel. Berhasilkah mereka?
Demi membuktikan dirinya mampu menjadi orang sukses dan kaya raya, Asep memutuskan pergi ke kota besar. Setiba di kota, Asep tinggal di rumah kontrakan bersama Kubil, Bonar, dan Wanda. Asep melakukan gerak cepat dengan mengajukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan berbekal ijazah SMA-nya. Bingung dan putus asa mulai melanda Asep. Apalagi Asep mendapat kabar bahwa abahnya Lilis sudah menemukan cowok kaya raya buat pendamping hidupnya. Lilis mendesak Asep cepat mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena, Lilis telah buat kesepakatan dengan abah bahwa jika dalam jangka 3 bulan Asep belum juga mendapat pekerjaan, Lilis bersedia melepaskan Asep.
Bonar dan Kubil menyuruh Asep konsultasi sama dukun. Dukun pun menyarankan Asep nyepi di sebuah pohon trembesi (pohon beringin) yang diyakini keramat. Dukun juga memberikan catatan mantra yang musti dibaca selama nyepi di pohon trembesi keramat itu. Dukun juga mengingatkan agar sesajen yang dibawa musti lengkap tanpa kurang satu apapun.
Setelah melakukan nyepi di pohon trembesi keramat, kejadian-kejadian aneh dan konyol pun mengganggu Asep. Entah mengapa, Asep kerap disantroni penampakkan berupa pocong ngesot. Dan bukan cuman Asep, Kubil, Bonar, Wanda, Devina dan Pretty juga diganggu penampakkan pocong ngesot. Kekacauan pun tak terelakkan. Pekerjaan yang diharapkan Asep segera diperolehnya setelah menjalani tapa sepi di pohon trembesi, juga tak kunjung ada. Malah, Asep kini ketiban sial melulu. Lalu, tiap dateng mau ngelamar ke perusahaan, Asep diusir tanpa sebab jelas.
Asep nyesel nyepi di pohon trembesi keramat. Seandainya Asep berpikir dulu sebelum bertindak. Yah, seandainya. Wajah Lilis pun seakan memudar dari bayangannya. Semua karena Asep takut kehilangan cintanya, Lilis. Berniat mendapatkan nasib baik, malah musibah yang datang. Asep dan teman-temannya pun memikirkan cara agar terbebas dari gangguan pocong ngesot, tuyul, dan wewe gombel. Berhasilkah mereka?
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=OS0NozpwMns[/youtube]
Windi (Yuki Kato) putri bontot
favorit Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek). Windi paling kuat menahan
nafas di dalam air, dan selalu lebih unggul dari 3 kakak perempuannya
Vera (Dahlia Poland), Lira (Kimberly Ryder) dan Tara (Sylvia Fully),
yang kesemuanya dididik gaya militer oleh Kardi (Bucek Depp) sendirian,
Kardi menutupi keberadaan istrinya dari Windi. Tara, si sulung selalu
cemburu dan marah pada Windi, berulangkali mencoba untuk membuang Windi.
Menyadari ini, Kardi memutuskan untuk berhenti dari karirnya agar
waktunya penuh untuk membesarkan 4 putrinya.
Sepuluh tahun telah berlalu, tetapi cara Kardi memperlakukan anaknya masih sama. Di kampus Windi bertemu kembali cinta monyetnya, Rendi (Adipati Dolken) yang mengajaknya kencan. Windi minta izin ayahnya. Saat Rendi datang menjemput, ternyata Tara, Lira dan Vera siap ikut bersama Kardi. Walau demikian, cinta tetap bersemi di hati Rendi dan Windi, sehingga Kardi merasa perlu menteror Rendi. Rendi nekad, kalau pacaran tidak boleh maka dia akan mengajak Windi nikah. Tapi Kardi membuat syarat, Windi boleh menikah apabila 3 kakaknya sudah menikah lebih dahulu. Windi dibantu Lira dan Vera mempelajari peluang pacar-pacar kakaknya Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) agar segera melamar. Rendi dan Windi pun nyaris kawin lari. Bagaimana Windi harus menyelamatkan pernikahan kakak-kakaknya dengan kekasihnya, sekaligus menyelamatkan pernikahannya dengan Rendi.
Sepuluh tahun telah berlalu, tetapi cara Kardi memperlakukan anaknya masih sama. Di kampus Windi bertemu kembali cinta monyetnya, Rendi (Adipati Dolken) yang mengajaknya kencan. Windi minta izin ayahnya. Saat Rendi datang menjemput, ternyata Tara, Lira dan Vera siap ikut bersama Kardi. Walau demikian, cinta tetap bersemi di hati Rendi dan Windi, sehingga Kardi merasa perlu menteror Rendi. Rendi nekad, kalau pacaran tidak boleh maka dia akan mengajak Windi nikah. Tapi Kardi membuat syarat, Windi boleh menikah apabila 3 kakaknya sudah menikah lebih dahulu. Windi dibantu Lira dan Vera mempelajari peluang pacar-pacar kakaknya Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) agar segera melamar. Rendi dan Windi pun nyaris kawin lari. Bagaimana Windi harus menyelamatkan pernikahan kakak-kakaknya dengan kekasihnya, sekaligus menyelamatkan pernikahannya dengan Rendi.
Langganan:
Komentar (Atom)